TARAKAN – Universitas Terbuka (UT) Tarakan menyelenggarakan kegiatan Workshop Literasi Tanpa Jeda dengan tema “Mendobrak Sekat Geografis Melalui Pustaka Cerdas” pada Kamis, 21 Mei 2026, bertempat di Aula Universitas Terbuka Tarakan. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan staf UT Tarakan sebagai bagian dari upaya peningkatan literasi informasi dan pemanfaatan sumber belajar digital di lingkungan Universitas Terbuka.
Workshop menghadirkan Bapak Kani, S.Kom., M.Kom., selaku Manajer Kepustakaan pada Pusat Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Terbuka, sebagai narasumber utama. Turut hadir pula jajaran staf dari Pusat Perpustakaan dan Kearsipan UT Pusat yang memberikan pendampingan serta berbagi informasi terkait berbagai layanan perpustakaan yang dapat diakses oleh sivitas akademika UT di seluruh Indonesia.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bapak Jeji Muhamad Najib, Direktur UT Tarakan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi telah membuka peluang besar bagi masyarakat untuk memperoleh akses pengetahuan tanpa dibatasi oleh jarak dan lokasi geografis.
“Sebagai perguruan tinggi yang menerapkan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh, Universitas Terbuka memiliki komitmen untuk memastikan seluruh mahasiswa mendapatkan akses yang setara terhadap sumber belajar berkualitas. Melalui workshop ini, kami berharap mahasiswa semakin mengenal dan memanfaatkan layanan perpustakaan digital sebagai sarana pendukung keberhasilan studi,” ujar beliau.
Dalam sesi pemaparan materi, Bapak Kani menjelaskan berbagai layanan dan inovasi yang telah dikembangkan oleh Pusat Perpustakaan dan Kearsipan UT, mulai dari akses koleksi digital, e-book, jurnal ilmiah, repositori institusi, hingga berbagai platform penunjang pembelajaran yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Ia menegaskan bahwa kehadiran perpustakaan digital menjadi solusi efektif untuk menjangkau mahasiswa yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal.
Melalui tema “Mendobrak Sekat Geografis Melalui Pustaka Cerdas”, peserta diajak memahami bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses terhadap informasi, meningkatkan kemampuan literasi digital, serta mendukung proses pembelajaran yang lebih mandiri dan efektif. Selain penyampaian materi, peserta juga mendapatkan demonstrasi penggunaan berbagai layanan perpustakaan digital UT serta kesempatan berdiskusi secara interaktif dengan narasumber.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan terkait akses sumber referensi, pemanfaatan jurnal ilmiah, hingga strategi pencarian informasi akademik disampaikan dan dibahas secara mendalam oleh narasumber dan tim dari Pusat Perpustakaan dan Kearsipan UT.
Melalui penyelenggaraan workshop ini, UT Tarakan berharap dapat semakin meningkatkan kesadaran dan kemampuan literasi informasi di kalangan sivitas akademika. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Universitas Terbuka dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia tanpa terhalang batas geografis.“Literasi tanpa jeda adalah langkah nyata menuju masyarakat pembelajar sepanjang hayat. Dengan pustaka cerdas, jarak bukan lagi hambatan untuk memperoleh ilmu pengetahuan,” menjadi semangat yang diusung dalam kegiatan tersebut.