Oleh : Mei Lie Tania

Salam sejahtera, Assalamu’alaikum, Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, We De Dong Tian, Salam Kebajikan, teman-teman semuanya. Nama saya Mei Lie Tania, biasa dipanggil Mei. Saya seorang mahasiswa UT Tarakan. Saya sangat bersyukur kepada Tuhan yang Maha Esa karena saya dipermudah dalam menempuh perkuliahan di UT. Yang membuat saya bahagia berkuliah di UT adalah karena sistemnya yang fleksibel, berbasis online, dengan pembelajaran jarak jauh yang dapat dilakukan sambil bekerja, dan biayanya yang terjangkau.
Awal Mengenal UT
Saat adik saya yang berkuliah di Program Studi Ilmu Hukum UT memberitahukan saya tentang perkuliahan di UT, hati saya sangat gembira. Saya telah lama ingin melanjutkan kuliah, namun terkendala oleh ruang dan waktu. Saya menikah dengan seorang Warga Negara Asing (WNA) dan menetap di Sabah, Malaysia. Pada saat itu, saya tidak tahu bahwa saya dapat melanjutkan kuliah melalui UT Layanan Luar Negeri. Saya hanya mengetahui bahwa pilihan untuk melanjutkan kuliah adalah di kampus yang ada di Malaysia atau negara luar lainnya. Namun, biaya pendidikan di perguruan tinggi tersebut sangat mahal jika kita belum memiliki Kartu Permastautin Tetap (PR), karena kita akan dianggap sebagai pelajar internasional meskipun tinggal dan menetap di luar negeri.
Berawal dari hal tersebut, saya mencoba mengurus pendaftaran sebagai mahasiswa UT. Akhirnya, saya memutuskan untuk masuk ke Program Studi Manajemen di UT, karena program ini sesuai dengan minat saya. Setelah saya pelajari lebih lanjut, ternyata Program Studi Manajemen di UT memiliki mutu yang sangat baik, yakni mendapatkan Akreditasi A. Tanpa panjang lebar, saya mendaftar dan dalam seminggu saja saya sudah terdaftar sebagai mahasiswa UT. Seminggu itu termasuk waktu untuk pengiriman transkrip nilai dan ijazah yang dilegalisir di Indonesia dari sekolah asal saya. Saya sangat bersemangat menunggu waktu untuk memulai perkuliahan dan mengikuti orientasi mahasiswa dengan seksama. Proses Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) sangat penting karena di UT, kita akan belajar secara mandiri.
Pembelajaran yang Fleksibel
Satu hal yang sangat saya sukai dari berkuliah di UT adalah kita dapat menentukan sistem pembelajaran yang menentukan jangka waktu penyelesaian studi kita. Di UT, kita dapat memilih sistem SIPAS atau Non-SIPAS. SIPAS adalah sistem pembelajaran yang telah dirancang dalam bentuk paket mata kuliah per semester. Sedangkan Non-SIPAS adalah sistem pembelajaran yang tidak dirancang dalam bentuk paket mata kuliah per semester, sehingga kita dapat menentukan berapa SKS yang akan kita tempuh dalam satu semester.
Bila kita bekerja dan kuliah, kita bisa mengatur waktu yang tepat untuk menyelesaikan tugas kuliah. Di UT ada beragam Layanan Bantuan Belajar. Layanan Bantuan Belajar tersebut membantu kita dalam memahami isi Bahan Ajar, dan membantu kita mempersiapkan ujian. Ragam pilihannya antara lain ada Tutorial Tatap Muka (TTM), Tutorial Online (Tuton), dan juga layanan Tugas Mata Kuliah (TMK). Kita dapat memanfaatkan beragam layanan bantuan belajar tersebut sesuai dengan kebutuhan kita.

Menghapus Citra yang Buruk
Banyak orang pesimis kuliah di Perguruan Tinggi Negeri, apalagi yang berbasis online. Banyak yang meremehkan kualitas pendidikan yang didapatkan. Namun, saya ingin membuktikan bahwa kuliah di Perguruan Tinggi Negeri berbasis online tidak selalu negatif. Semua itu kembali kepada individu mahasiswa masing-masing, apakah mereka bersungguh-sungguh menuntut ilmu atau hanya sekedar ingin mendapatkan gelar. Kualitas pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri sebenarnya tidak seburuk yang dibayangkan orang. Bahkan, menurut saya, sangat bagus karena sistem online dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tersebut justru mengasah kita menjadi pribadi yang disiplin, pandai dalam mengerjakan tugas tepat waktu, dan ahli dalam manajemen waktu. Hal ini sangat berguna dalam mempersiapkan diri kita untuk masuk pada dunia kerja.
Bahan Ajar UT juga bukan buku sembarangan. Buku tersebut ditulis oleh para ahli dalam bidang ilmu yang sangat kredibel dengan segudang prestasi, dan isinya sangat berbobot dan sangat membantu mahasiswa dalam memahami intisari pelajaran. Jadi, dalam sistem PJJ yang diterapkan di UT, kita harus mandiri dan dapat mengatur waktu sendiri, karena Bahan Ajar tersebut adalah “dosen” kita yang sesungguhnya. Saya ingin setelah lulus nanti, saya dapat membuktikan bahwa mahasiswa UT sekaliber dan setara dengan mereka yang berkuliah di perguruan tinggi swasta maupun perguruan tinggi luar negeri lainnya.
Dampak Terhadap Karir
Jika masih ragu bahwa kuliah membuka jendela mata kita lebih luas, maka Anda harus mencobanya sendiri. Setelah berkuliah, kita akan diajarkan untuk berpikir kritis, menjadi pribadi yang disiplin dan bertanggung jawab. Saya merasakan perbedaan tersebut pada diri saya sendiri. Ruang lingkup dan cara berpikir saya menjadi lebih kritis, dan saya menjadi lebih maksimal dalam bekerja dengan bekal pengetahuan yang saya dapatkan. Sebelumnya, saya menjalankan bisnis sendiri yang menurut saya sudah cukup baik, namun dengan ilmu yang saya peroleh, saya bisa mengukur HPP, biaya operasional, penetapan harga maksimum, pemasaran yang tepat, manajemen waktu, manajemen operasi, serta cara melakukan usaha jasa atau produksi, dan penyimpanan yang ekonomis. Saya juga mempelajari cara menyusun organisasi yang baik, ilmu kepemimpinan, dan manajerial, serta banyak hal lainnya. Semua itu memberikan saya kepercayaan diri dalam membuat keputusan dan memimpin sebuah tim.
Pendidikan ini juga membuat saya keluar dari zona nyaman saat memutuskan untuk mengikuti kompetisi PKM-K di UT. Saya sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas anugerah pendidikan ini. Pendidikan telah mengubah karakter saya, cara berpikir, dan budi pekerti saya. Jika seluruh penduduk Indonesia berhasil mengakses pendidikan tinggi dan mengentaskan buta huruf, betapa beruntungnya negara kita. Dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, kita dapat mengatasi isu pengangguran, kemiskinan, dan menurunkan tingkat kriminalitas di negara kita serta memajukan negara tercinta.
Melalui UT, saya juga mengenal banyak teman dari Indonesia yang tinggal di Malaysia. Hal ini membuat saya semakin mencintai tanah air. Meskipun merantau dan menetap di Malaysia, berkuliah di UT membuat kita semakin mencintai negara dan bangsa kita. Saya menjadi lebih peduli terhadap nasib bangsa Indonesia dan pekerja migran di Malaysia. Saya ingin bangsa kita terbebas dari kebodohan, dan setiap Warga Negara Indonesia memiliki hak yang sama untuk mengenyam Pendidikan setinggi mungkin.