Beasiswa KIP-K: Mewujudkan Impian Kuliah dan Mengembangkan Diri

Oleh    : Syahwah Parindra

      Sama seperti anak sekolah pada umumnya, aku memiliki keinginan yang sama untuk melanjutkan kuliah, mengingat aku akan menjadi orang pertama dalam keluarga yang bergelar Sarjana. Ambisi inilah yang mendorong aku untuk tetap berusaha berkuliah, tak peduli kampus mana yang akan menerima. Yang terenting bagiku adalah menjalani Pendidikan. Aku yakin bahwa nilai seseorang tidak diukur dari tempat ia berkuliah, tetapi dari kesungguhan dan komitmen untuk terus mau belajar.

      Pada saat teman-teman seangkatanku mulai mengurus berkas untuk melengkapi persyaratan masuk kampus impian mereka, aku mulai merasa ragu. Dengan keterbatasan ekonomi yang kuhadapi, aku merasa sulit untuk melanjutkan pendidikan. Akan tetapi, keberuntungan datang menghampiri. Suatu pagi di hari Kamis, teman sekolahku memberitahu bahwa Universitas Terbuka (UT) membuka pendaftaran mahasiswa baru. Yang lebih beruntung lagi, pendaftaran ini termasuk untuk penerima Beasiswa KIP-K (Kartu Indonesia Pintar Kuliah). Tanpa membuang waktu, aku segera melengkapi berkas yang dibutuhkan untuk pendaftaran. Akupun  berhasil memenuhi semua persyaratan tepat waktu tanpa kendala berarti.

     Akhirnya kabar baik datang ketika aku diterima dan ditetapkan sebagai mahasiswa penerima Beasiswa KIP-K, sebuah pencapaian yang bahkan tak pernah terduga sebelumnya. “Bukannya cuma kuliah aja ya? Kenapa malah dibiayain juga, 8 semester lagi?“, itulah yang kuucapkan dengan nada tak percaya. Beasiswa KIP-K adalah program bantuan pendidikan dari pemerintah yang ditujukan untuk mahasiswa dengan keterbatasan ekonomi namun memiliki potensi akademik. Program ini mencakup pembebasan biaya kuliah serta tunjangan hidup selama masa studi. Dengan adanya KIP-K, mahasiswa sepertiku tidak hanya terbantu secara finansial, tetapi juga diberi kesempatan untuk fokus mengembangkan diri dan mengejar pendidikan tanpa beban biaya

    Perjalanan kuliahku tak hanya dipermudah karena adanya bantuan beasiswa. UT Tarakan juga sangat mendukung dan memfasilitasi segala kebutuhan mahasiswanya, terutama bagi mereka penerima beasiswa KIP-K sepertiku. Terbukti, aku pernah terlibat sebagai panitia untuk acara wisuda yang diselenggarakan oleh kampus. Selain itu, di semester 3, aku aktif berpartisipasi sebagai relawan pajak. Bahkan saat itu, mahasiswa Universitas Terbuka baru pertama kali mengikuti program ini. Tidak berhenti sampai di situ, di semester 4, aku kembali mengikuti program relawan pajak tersebut, yang dikenal dengan nama RENJANI (Relawan Pajak Untuk Negeri). Sebuah program kerja sama Dirjen Pajak melalui Kantor Pelayanan Pajak di seluruh Indonesia, dengan Perguruan Tinggi di berbagai daerah guna menguatkan kesadaran pajak di masyarakat.

      Meskipun mengikuti program yang sama selama dua kali, pengalaman yang aku dapatnya tentunya sangat berbeda. Pada relawan pajak pertama, tugasku lebih fokus pada pengisian dan pelaporan SPT, membantu pembuatan EFIN untuk wajib pajak, serta memberikan pengarahan layanan. Pada relawan pajak kedua (RENJANI) aku mendapatkan pengalaman yang lebih beragam. Selain menjalankan tugas-tugas tersebut, aku juga terlibat langsung dalam pelaporan pajak ke berbagai instansi seperti PDAM, Pangkalan TNI AU Anang Busra, serta perusahaan seperti IDEC dan Intraca. aku juga diajarkan bagaimana cara membuat token pembayaran pajak dan mencetak kartu NPWP. Berbagai hal tersebut yang membuat ilmu yang kudapatkan pun jauh lebih luas dan bermanfaat.

    Melalui perjalanan kuliahku dari semester awal sampai saat ini, aku menyadari bahwa Program Beasiswa KIP-K bukan hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga membuka berbagai peluang berharga. Dengan dukungan beasiswa serta UT yang selalu memfasilitasi segala kebutuhan mahasiswanya, aku bisa mengikuti berbagai program yang memberikan banyak pengalaman berharga dan pengetahuan yang berguna di luar pendidikan formal dalam kampus. Tidak hanya itu, program beasiswa ini juga memberiku kesempatan untuk tumbuh sebagai individu yang lebih baik, mengembangkan diri, dan mewujudkan impian tanpa terbebani masalah biaya. Aku sadar, nilaiku sebagai mahasiswa dan pribadi tidak hanya dilihat dari dimana aku kuliah, tetapi bagaimana aku memanfaatkan segala peluang yang ada untuk berkembang dan memberi manfaat.